RSS

Monthly Archives: December 2011

Bundaran Semanggi

Di depan maket Stadion Senayan Bung Karno menunjuk-nunjukkan tongkatnya ke maket rencana Stadion “Ini…ini akan jadi Stadion terbesar di dunia, ini adalah awal bangsa kita menjadi bintang pedoman bangsa-bangsa di dunia, semua olahraga dari negara-negara di dunia ini, berlomba disini. Kita tunjukkan pada dunia, Indonesia bangsa yang besar, yang mampu maju ke muka memimpin pembebasan bangsa-bangsa di dunia menuju dunia barunya“.

Lalu Sukarno memanggil pematung Sunarso dan berkata : “Coba dari arah lurus ini, kamu buat Patung Selamat Datang, disinilah patung yang akan jadi gerbang bangsa kita, awal dari mula sejarah berpikir kita. Djakarta akan jadi kota dunia, ini impianku, dari Stadion Senayan ini akan dilingkari pusat-pusat kebudayaan, kita akan melahirkan bukan saja atlet-atlet handal tapi pelukis-pelukis jempolan, penari-penari kelas dunia, dan penyanyi-penyanyi yang lagunya bisa membangkitkan suara surga dari tanah Nusantara. Cobalah Sunarso aku ingin lihat karyamu, patung-patungmu akan memberi jiwa bagi bangkitnya bangsa kita ke muka dunia Internasional. Monumenmu yang kau bangun adalah kehormatan“.

Kemudian Bung Karno diperlihatkan maket jalan Semanggi : “Semanggi ini perlambang bunga yang imbang, dari susunan daunnya dan batangnya. Ini seperti bangsa kita yang menyukai keindahan, dan taukah kamu…eh Bandrio, eh Jenderal Suprayogi, eh Sutami….keindahan itu adalah keseimbangan” kata Bung Karno dengan mata penuh kemenangan.

Utusan Jepang untuk persiapan Asian Games 1962 berdecak kagum pada bangsa Indonesia. “Ini bangsa gila, bisa menyiapkan seluruh soal dalam hitungan bulan, dengan membangun Stadion raksasa sekaligus pemindahan penduduk tanpa ribut-ribut. Kepemimpinannya luar biasa

Bung Karno dengan akal cerdasnya tidak membangun Stadion dengan hutang atau pake dana APBN dimanipulasi proyeknya seperti yang terjadi sekarang. Tapi ia memboyong semua menterinya ke Tokyo. Sukarno tinggal di Tokyo 18 hari. Disana Sukarno melobi seluruh pejabat-pejabat Jepang. Bahkan Mochtar Lubis dalam sebuah sindirannya berkata : “Gila, Ibukota RI pindah ke Tokyo”. Ini benar juga soalnya Robert Kennedy yang sedang melobi Sukarno harus ke Tokyo bukan ke Jakarta, semua pekerjaan dilaporkan para menteri ke Tokyo.

Dari Tokyo ini Sukarno mendapat pampasan perang Jepang. Beda dengan lobi gaya Sjahrir yang membuat Indonesia harus membayar kepada Belanda, lobi kepada Jepang justru membuat Jepang harus membayar pampasan perang kepada Indonesia, itulah hebatnya Sukarno. Dengan pampasan perang ditambah dana bantuan dari Uni Soviet itu Sukarno membangun Stadion paling hebat sedunia, Sukarno membangun Jembatan Ampera, Sukarno membangun banyak hotel agar Djakarta dipersiapkan jadi kota Internasional. Sukarno membangun jalan-jalan raya seperti Semanggi yang sampai sekarang masih dibanggakan bangsa Indonesia. Itulah warisan Sukarno pada kita.

 
Leave a comment

Posted by on December 29, 2011 in Pengetahuan Umum

 

Bung Karno dan Soeharto

Tahun 1964 Bung Karno melucu di depan Mayor Jenderal Suharto setelah beliau mengumandangkan operasi perang pengganyangan terhadap Malaysia. Mayjen Suharto diperintahkan Sukarno untuk merancang operasi militer darat untuk mendekeng operasi udara yang dikomandoi oleh Marsekal Omar Dhani. Saat itu Bung Karno sudah berpikir menjadikan Angkatan Udara sebagai Militer Udara terkuat se Asia. Sukarno berkata pada Suharto saat beberapa Jenderal mempertanyakan kenapa bukan Jenderal Angkatan Darat yang memegang pimpinan operasi Pengganyangan Malaysia. “Har, kamu tau bahwa jaman Hitler yang pegang peranan tank, mangkanya Hitler dulu sebelum perang membangun autobahn, jalan-jalan besar diaspal mulus untuk memperlancar gerak tank, setelah penyerangan Amerika Serikat ke Jepang baru dimulai abad militer Angkatan Udara, kamu masih inget saat Van Langen membom Yogya, itu yang maju pasukan udara-nya, mereka menerjuni pasukan lewat Maguwo dan membunuhi anak buah kasmiran, itu Angkatan Udara-nya Belanda, Har. Jadi aku ingin Angkatan Udara Indonesia kelak menjadi Angkatan Udara terkuat di Asia, dengan begitu kita menjadi bangsa kuat“.

Terbukti 40 tahun kemudian ramalan Sukarno tepat saat Amerika Serikat menyerang Irak dibawah Bush pada tahun 1990, seluruh operasi militer dikomandokan oleh Angkatan Udara, sebelum infanteri menguasai kota-kota penting di Irak. Abad pertempuran masa depan yang diramalkan Sukarno tentang Angkatan Udara menjadi terbukti.

 
Leave a comment

Posted by on December 29, 2011 in Pengetahuan Umum