RSS

Keadilan Allah

13 Jun

Singkat cerita sesuai buku yang saya baca:

Suatu ketika Nabi Musa bermunajat kepada Allah di bukit Thursina. Diantara munajat yang dilantunkannya adalah “Ya Allah, tunjukkanlah keadilan-Mu kepadaku!” Allah berfirman kepadanya, “Jika saya menampakkan keadilan-Ku kepadamu, engkau tidak akan dapat bersabar dan tergesa-gesa menyalahkan-Ku. Musa-pun menjawab“Dengan taufik-Mu, aku akan dapat bersabar menerima dan menyaksikan keadilan-Mu”. Allah berfirman “Kalau begitu pergilah engkau ke mata air anu! Bersembunyilah engkau di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi!“.Musa pun pergi sesuai apa yang diperintahkan Allah.

Tidak lama kemudian datanglah seorang penunggang kuda. Dia turun dari kudanya, lalu wudhu dan meminum air. Setelah itu dia shalat dan meletakkan sebuah kantong di pinggirnya yang berisi uang seribu dinar. Setelah selesai melakukan shalat, penunggang kuda tadi bergegas pergi dan sangat terburu-buru sehingga dia lupa terhadap kantongnya.

Tidak lama kemudian datang seorang anak kecil untuk meminum air dari mata air itu. Ia melihat ada sebuah kantong lalu mengambilnya dan langsung pergi.

Setelah anak kecil pergi, datang seorang kakek yang buta. Ia mengambil air untuk diminum lalu wudhu dan shalat. Setelah si kakek selesai melakukan shalat, datanglah penunggang kuda yang ketinggalan kantongnya itu. Dia menemukan kakek buta itu sedang berdiri dan akan segera beranjak dari tempatnya. Si penunggang kuda berkata, “Kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang di sini“. Betapa kagetnya si kakek buta itu. Ia berkata “Bagaimana saya dapat mengambil kantongmu sementara mataku tidak dapat melihat?” Penunggan kuda itu berkata,”Kamu jangan berdusta! Sebab, tidak ada orang lain selain kamu“. Si kakek buta berkata, “Betul, saya berada di sini sendirian. Namun, kamukan tau mataku tidak dapat melihat“.Si penunggang kuda berkata, “Mengambil kantong itu tidak harus dengan mata, dungu! tetapi dengan tangan! Walaupun mata kamu tidak melotot, tanganmu tetap dapat digunakan

Akhirnya, si kakek buta itu dibunuh oleh penunggang kuda. Setelah si kakek buta dibunuh, Ia menggeledahnya untuk menemukan kantongnya. Namun, Ia tidak menemukannya lalu pergi meninggalkan mayat kakek buta tersebut.

Ketika Musa melihat kejadian itu, dia berkata, “Ya Tuhan, sungguh saya tidak sabar atas kejadian itu. Namun, saya yakin Engkau sangat adil. Kenapa kejadian mengenaskan itu bisa terjadi?

Tidak lama kemudian datanglah Jibril dan berkata, “Allah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan penjelasan-Nya kepadamu. Dia menyebutkan bahwa diri-Nya sangat mengetahui hal-hal yang gaib yang tidak engkau ketahui. Dia menyebutkan bahwa anak kecil yang mengambil kantong adalah mengambil haknya. Dulu ayahnya pernah bekerja di si penunggang kuda itu namun Ia tidak bayar. Jumlah uang yang harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah uang yang ada dalam kantong itu. Adapun kakek buta adalah orang yang membunuh ayah anak kecil itu sebelum mengalami kebutaan

Dari cerita di atas ilmu yang dapat saya ambil adalah

  1. Jangan pernah berpikiran bahwa Allah itu tidak Adil terhadap kita, sebab semua yang terjadi pada kita pasti ada alasannya
  2. Keadilan Allah itu adalah sesautu yang goib dimana tidak terjadi secara instan. Semisal kita meminta doa kepada Allah, tidak langsung doa kita dikabulkan karena doa itu juga butuh proses dalam pengabulannya. Karena adil buat kita juga harus adil pula buat orang lain.
 
Leave a comment

Posted by on June 13, 2011 in Religi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: