RSS

Monthly Archives: June 2011

Itulah Yang Terbaik

Dihikayatkan bahwa salah seorang laki-laki saleh, jika dirinya ditimpa musibah atau diuji dengan suatu petaka, ia selalu berkata, “Itulah yang terbaik”. Pada suatu malam ada seekor harimau yang datang ke rumahnya dan menerkam ayam jantan miliknya. Ketika dia mendapat kabar ayamnya diterkam harimau, dia berkata, “Itulah yang terbaik

Pada malam berikutnya, anjing yang telah dilatih sedemikian rupa untuk menjaga rumahnya ada yang memumukul sehingga mati. Ketika dia mendapat kabar bahwa anjingnya ada yang memukul hingga mati, dia berkata, “Itulah yang terbaik

Pada malam berikutnya lagi keledai satu-satunya milik dia ada yang mencekik sehingga mati. Ketika dia mendapat kabar bahwa keledainya mati karena ada yang mencekik, dia berkata, “Itulah yang terbaik jika Allah menghendaki

Istrinya merasa jengkel atas perkataan orang itu. Setiap kali mendapat musibah selalu berkata, “Itulah yang terbaik”, sebab seolah-olah dia membiarkan kerusakan. Pada suatu malam, kampung yang menjadi tempat tinggal orang itu disatroni oleh gerombolan Arab pedalaman. Mereka membunuh setiap orang yang ada di kampung itu. Tidak ada seorang pun yang selamat kecuali dia dan keluarganya.

Ternyata, gerombolan itu mendatangi setiap rumah dan membunuh peghuninya jika mereka mendengar suara kokok ayam, suara anjing, dan suara keledai. Mereka mengetahui bahwa dengan terdengarnya suara –suara hewan tersebut pertanda bahwa sebuah rumah ada penghuninya. Sehingga, mereka mendatanginya dan membunh penghuninya. Sementara itu, ayam, anjing , dan keledai milik orang saleh tadi telah mati semua. Sehingga tidak terdengar ada suara apa pun dari rumahnya. Maka dia selamat dari pembunuhan yang dilakukan oleh gerombolan itu.

Dengan demikian, binasahnya berbagai benda (ayam, anjing, dan keledai) miliknya itu adalah keadaan yang terbaik dan sebagai sebab dirinya selamat dari pembunuhan . Maha Suci Allah.

 
1 Comment

Posted by on June 14, 2011 in Religi

 

Melempar Raja

Salah seorang raja Persia disuguhi makanan oleh seorang juru masaknya. Tiba-tiba setitik kotoran terjatuh di atas meja makan di hadapan sang raja. Sang Raja sangat marah dan beranjak dari meja tersebut dan menyuruh agar juru masak itu dibunuh. Juru masak itu mengambil bejana yang biasa dipakai makan oleh sang raja lalu memecahkan nya dan dilemparkan ke atas meja dan ke hadapan sang raja. Dengan nada marah dan geram raja berkata, “Menngapa engkau berani melakukan itu padahal engkau telah melakukan kesalahan yang sudah sepantasnya engkau dibunuh?”. Juru masak itu menjawab, “Saya malu jika mendengar bahwa sang raja membunuh juru masaknya gara-gara setitik kotoran yang jatuh tidak sengaja di atas meja makan. Dengan demikian, saya menginginkan kesalahan yang lebih besar supaya sang raja layak membunuhku”. Raja tersebut memaafkan juru masak itu dan meminta bawahannya untuk memberinya hadiah.

Betapa terharunya saya membaca kisah ini (cieee hahaha).

 
Leave a comment

Posted by on June 14, 2011 in Religi